Brendan Rodgers Sosok Yang Tepat Untuk Ambisi Liverpool

Brendan Rodgers Sosok Yang Tepat Untuk Ambisi LiverpoolAgen Judi – Liverpool adalah klub lama Inggris yang memiliki sejarah sebagai tim tangguh di Eropa, yang mencatatkan rekor bagi Inggris dengan menjuarai 5 Piala Eropa, dan juga dominan di dalam negeri dengan 18 gelar domestik. Akan tetapi, sejak pertama kali bergulirnya Liga Primer Inggris tahun 1992, Liverpool belum pernah sekalipun mengangkat trofi domestik. Setelah menjalani periode sukses bersama Rafael Benitez yang menempatkan Liverpool di posisi ke-7 dan kegagalan menembus zona Liga Champions, Roy Hodgson dan Kenny Dalglish tidak mampu mengangkat prestasi Liverpool, klub pun tidak mampu bersaing dengan tim 4 besar, apalagi bersaing untuk gelar juara. Posisi ke-8 pada tahun 2011/2012 membuat Liverpool mengganti filosofimya, dan menunjuk seseorang yang dianggap mampu memenangi liga dan membawa Liverpool kembali ke masa kejayaannya.

            Liverpool harus menghentikan tren perburukannya. Untuk itu, mereka menunjuk Brendan Rodgers, mantan pelatih Swansea yang pernah mengalahkan Liverpool dan saat ini bertengger di posisi 11, setelah promosi dari Championship dan menampilkan permainan sepakbola indah selama perjuangannya itu. Liverpool akan memberikan banyak waktu bagi Rodgers untuk mengulangi suksesnya bersama Swansea. Meskipun Liverpool masih dipandang sebagai klub yang prestisius, Rodgers akan menghadapi tugas berat apabila dia ingin mempertahankan kursi kepelatihannya. Apakah prestasi-prestasi terdahulu Rodgers memberikan gambaran mengenai masa depannya bersama Liverpool ?

Rodgers memulai karirnya di dunia persepakbolaan di bawah Jose Mourinho sebagai pelatih tim junior di Chelsea. Pada tahun 2008 Rodgers diberikan kepercayaan untukmmembesut Wartford, tim Championship. Dia membentuk Wartford menjadi tim yang memainkan sepakbola apik dan menyelamatkan mereka dari degradasi, sebelum akhirnya finis di posisi 13. Performa Rodgers ini membuat Reading, yang baru saja mendepak manajer Steve Coppell setelah terdegradasi karena kekalahan saat playoff, tertarik untuk merekrutnya. Segera saja, Brendan Rodgers pun resmi menjadi manajer Reading. Karena sebelumnya telah berkomitmen untuk melatih Wartford dalam jangka panjang, Rodgers meminta maaf kepada para fans atas keputusannya pindah ke klub yang memiliki peluang lebih baik untuk bermain di Liga Primer. Dengan pemain-pemain Reading yang bertalenta, Rodgers memulai pekerjaannya dengan mulus, namun filosofi taktiknya tidak kunjung membuahkan hasil, yang mengakibatkan pemecatannya setelah baru bekerja selama 6 bulan. Malang bagi Rodgers, kegagalannya di Reading seolah terkonfirmasi oleh keberhasilan BriannMcDermott — pengganti Rodgers — membawa Reading promosi ke Liga Primer, dengan pemain-pemain yang kurang lebih sama dengan yang dimiliki Rodgers saat itu.

Swansea dilatih oleh Roberto di Martinez sebelum kedatangan Rodgers. Dengan pengaruhnya di Spanyol, Martinez mendatangkan banyak pemain Iberia yang dia bentuk untuk bermain ‘tiki-taka’. Martinez menekankan penguasaan bola, dan dengan style ini dia membawa Swansea memenangkan League One dan Promosi ke Championship. Martinez kemudian meninggalkan Swansea untuk melatih Wigan, namun sistem dan kultur yang dibentuknya tetap dipertahankan di klub.

Brendan Rodgers dikontrak Swansea setelah hengkangnya Paulo Sousa. Karena kedekatannya dengan Chelsea, Rodgers mendatangkan Scott Sinclair dan Fabio Borini. Rodgers melanjutkan gaya permainan penguasaan bola yang ditinggalkan oleh Martinez, yang terbukti efektif yang membuat Swansea berhasil menduduki posisi ketiga di Championship. Hattrick Scott Sinclair melawan Reading, mantan tim Rogers, sukses membawa Swansea promosi ke Liga Primer. Rodgers sukses melakukan pembelian pemain berharga bagi klubnya, dengan pemain-pemain seperti Vorm dan Sigurdsson tampil impresif pada musim pertama. Akan tetapi, sebagian besar skuat Swansea yang dilatih Rodgers merupakan peninggalan Sousa, jadi masih tersisa pertanyaan tentang seberapa besar peran tangan dingin Rodgers dalam memenangkan Swansea, dan seberapa besar peran skuat Swansea yang sudah apik dalam keberhasilan Swansea.

Baik saat melatih Reading maupun Swansea, Rodgers melanjutkan gaya permainan pendahulunya, Steve Coppell dan Roberto Martinez. Ide filosofis klub telah ditentukan sebelumnya, dan Rodgers hanya tinggal mengubah di beberapa segi. Hal ini seakan-akan terbukti dengan kesuksesan McDermott dan Laudrup dalam melatih Reading dan Swansea yang melebihi saat dilatih oleh Rodgers.

Kembali ke Liverpool, riwayat kepelatihan Rodgers di atas menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana Rodgers dapat membawa Liverpool. Musim pertamanya di Liverpool dijalani dengan mulus namun tidak spektakuler. Masalah utama Rodgers adalah dia nampaknya tidak dapat membuat banyak perbedaan. Pembelian Allen dan Borini tidak menunjukkan hasil yang signifikan, namun akuisisi Daniel Sturridge dan Philippe Coutinho adalah langkah yang tepat. Meskipun Liverpool berhasil menempati peringkat 7 — naik dari musim sebelumnya di posisi 8 — dan terdapat peningkatan kualitas yang nyata, secara umum perkembangan Liverpool masih minim. Musim depan adalah pertaruhan bagi Rodgers untuk membuktikan bahwa dia dapat membuat Liverpool lebih banyak memenangkan laga, tidak hanya bermain lebih cantik.

Dengan bursa transfer masih terbuka dan Liverpool telah mendatangkan Simon Mignolet, Iago Aspas dan Luis Alberto, Rodgers akan menghadapi musim penentuan. Skuat Liverpool telah mekakoni start yang mulus, dan pola permainan ke depan akan ditentukan oleh Rodgers. Kesuksesan metodenya akan menjadi kunci memenangkan hati fans dan klub, dan visi permainannya akan menjadi sorotan. Rodgers sepenuhnya memercayau visinya ini, namun apabila kelak tidak tampak perbaikan berarti, entah bagaimana nasib Rodgers selanjutnya di Liverpool.

Skuad Liverpool terlihat kuat, dan klub berambisi untuk memperoleh tiket Liga Champions dan kembali bersanding dengan tim-tim elit Inggris, dan mungkin di masa mendatang ikut serta dalam perburuan gelar juara Inggris. Memenangi liga juga merupakan ambisi pribadi Rodgers. Sistemnya, perekrutannya, pemain-pemainnya, dan kemampuannya untuk menang akan mendapat banyak sorotan. Perjalanan karir Rodgwrs sejauh ini menunjukkan bahwa dia dapat berhaail dengan memanfaatkan haail kerja manajer sebelumnya, namun dapatkah dia menjadi pelatih yang membawa Liverpool kembali menjadi penguasa di Inggris ?

Ditulis oleh Panduan Judi Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke (link artikel) Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.