Jose Mourinho Kembali Hina Manajer Arsenal

Jose Mourinho Kembali Hina Manajer Arsenal – Bos dari klub yang bermarkas dri Stamford Bridge itu sebelumnya telah memberikan label kepada manajer Arsenal sebagai seorang ”voyeur” akan tetapi pelatih asal Portugal itu masih mengklaim bahwa pelatih asal Perancis itu amat sangat berfokus pada saingannya.

Jose Mourinho telah memukul balik Arsene Wenger yang menghina bahwa Chelsea itu ‘takut gagal’ dengan dengan mengatakan bahwa manajer Arsenal tersebut ‘suka melihat Chelsea’.

Pelatih asal Perancis tersebut telah menyatakan keengganan Mourinho untuk menyatakan timnya sebagai salah satu penantang gelar juara Liga Premier Inggris itu karena”takut gagal” – sebuah kritik yang membuat bos Chelsea tersebut untuk mengecam saingannya itu sebagai ”spesialis dalam kegagalan”.

Selama perseteruan kedua pelatih tersebut di masa pertama kalinya Mourinho di Stamford Bridge, mantan pelatih Real Madrid itu telah memberikan Wenger label sebagai soerang ”voyeur” dan bos Chelsea itu masih yakin dan percaya bahwa Wenger memiliki obsesi terhadap klub.

“Dia suka sekali melihat klub sepak bola ini. Saya pikir itu antara tahun 2007 hingga tahun 2013 itu sudah akan cukup waktu bagi dirinya untuk lupa akan tetapi dia selalu suka sekali melihat klub ini.”

“Apakah saya takut untuk gagal? Apa itu? Saya percaya bahwa pada akhir hari nanti saya akan dilihat sebagai ‘orang yang tidak sopan’, orang yang agresif dengan kata-katanya. Akan tetapi saya tidak merasa takut.”

“Dia mengatakan bahwa kami itu takut gagal – namun gagal dari apa? Jika kamu tidak bisa mendapatkan gelar dalam satu tahun apakah itu yang namanya kegagalan? Jika kamu tidak memenangkan gelar dalam dua tahun apakah itu kegagalan?”

Wenger belum berhasil memenangkan satu gelar bergengsi sejak Arsenal terakhir kali meraih gelar juara Piala FA pada tahun 2005 silam dan Mourinho mengatakan bahwa dia tidak akan mentolerir satu perjalanan yang sama seperti Wenger ketika dirinya bertugas di Chelsea.

“Saya memiliki banyak rasa hormat untuk dia, dan dia merupakan seorang manajer yang hebat, akan tetapi ketika dia berbicara tentang kegagalan, kegagalan untuk tidak memenangkan gelar dalam tujuh atau delapan tahun di sebuah klub yang besar – itu yang namanya kegagalan.”
“Kamu mendedikasikan diri kamu sendiri untuk klub, proyek dan juga mimpi kolektif. Jika kamu tidak mendapatkan hasil, itu adalah sepak bola.”

“Jika saya tidak memenangkan satu trofi dalam empat tahun saya maka saya tidak ingin dapatkan satu kontrak baru – bahkan jika klub ingin memberikan saya satu kontrak. Ini hanya sesederhana itu.”

“Untuk mental saya, saya pikir itu ada batasnya dan kamu harus cukup kuat dan cukup bangga untuk bisa mengakui ketika itu memang sudah cukup.”

“Klub memberikan saya empat tahun. Itu adalah periode di mana saya ingin mendapatkan hasil.”