Marouane Chamakh Yang Lebih Berguna Bagi Tim Dibanding Giroud

Marouane Chamakh Yang Lebih Berguna Bagi Tim Dibanding GiroudMarouane Chamakh Yang Lebih Berguna Bagi Tim Dibanding Giroud – Saat Marouane Chamakh mendapatkan hadiah penalti yang berujung kemenangan atas West Bromwich Albion akhir pekan lalu, penampilannya pada pertandingan tersebut adalah indikasi dari kembalinya performa sang striker.

Performa pada pertandingan tersebut tampaknya sengaja dia jadikan sebagai jawaban atas para pengkritiknya yang sangat meragukan kemampuan mantan pemain Bordeaux diawal musim. Dia memenangkan hadiah penalti setelah memecah pertahanan the baggies, dengan teknik bagus dia memaksa Ben Foster merenggangkan kakinya dan membuat dia terjatuh saat mencoba melewati mantan kiper timnas Inggris tersebut. Dan anda tak akan melihat aksi yang lebih keren lagi darinya saat dia melepaskan tendangan di pojok kanan gawang Ben Foster.

Gol tersebut adalah yang kelima musim ini, dan meski jumlah tersebut tak bisa dibanggakan sebagai sinyal kembalinya ketajaman sang striker di musim ini, ada beberapa poin positif darinya selain jumlah gol. Pemain berusia 30 tahun memang tak pernah menjadi striker oportunis seperti kala bermain di Prancis, tapi dia beradaptasi dengan baik dalam taktik yang digunakan oleh tim seperti Palace. The eagles yang berjuang lolos dari jeratan zona relegasi sangat terbantu saat Chamakh bermain sebagai second striker.

Seperti yang kita harapkan dari tim yang berada di papan bawah, Palace mengalami kesulitan untuk menciptakan peluang mencetak gol di premier league musim ini. the eagles menjadi tim yang mencetak gol paling sedikit di premier league.

Tapi raihan gol tersebut tak mencakup keseluruhan cerita. Chamakh yang mampu membangun serangan, dan juga satu sentuhan yang cantik serta kemampuan melepas umpan pendek yang akurat diantara gelandang dan lini serang telah membuat perbedaan dalam banyak pertandingan. Dia mampu menolong tim kembali bersinar dibawah arahan Tony Pulis. Dan saat dia mau membantu lini pertahanan saat timnya diserang dan mendapatkan sepak pojok, dia tak melakukannya dengan setengah hati, Chamakh juga mau bersusah payah melakukan tekel dan telah memuaskan manajer.

Pemain yang sempat dikatakan sebagai kegagalan transfer selama karirnya yang tak sukses selama tiga tahun di Arsenal, dia sekarang tampaknya sedang ingin membuktikan diri lagi. Saya menemukan beberapa data statistikantara dia dengan striker Arsenal saat ini Olivier Giroud.

Giroud yang memiliki jumlah gol dua kali lipat lebih banyak (10 gol) bersama Arsenal, tapi memiliki akurasi tembakan hanya 42%. Bandingkan dengan Chamakh yang memiliki akurasi tembakan sebesar 57%. Belum lagi dengan fakta bahwa Giroud didukung oleh gelandang jempolan di tim Arsenal, sementara Chamakh harus bermain dengan gelandang yang suka melepaskan umpang panjang. Jadi Chamakh lebih oportunis dalam memanfaatkan peluang dibanding mantan rekan setimnya tersebut. Selain itu Chamakh juga memiliki akurasi umpan yang bagus, dia memiliki akurasi 70% dan Giroud yang hanya 67%. Dia juga melakukan 51% tekel, sedangkan Giroud hanya 37%. Jadi yang lebih berguna bagi tim adalah Chamakh.