Mauricio Pochettino Katakan Kekalahan Beruntun Adalah Mimpi Buruk Southampton

Mauricio Pochettino Katakan Kekalahan Beruntun Adalah Mimpi buruk Southampton

Mauricio Pochettino Katakan Kekalahan Beruntun Adalah Mimpi buruk Southampton – Pelatih Southampton Mauricio Pochettino berusaha mengingatkan pemain-pemainnya untuk tidak terpuruk lagi. Dua kekalahan beruntun dalam dua pekan terakhir sudah cukup bagi The Saints dan kini waktunya mendulang hasil terbaik.

Takluk di tangan Arsenal dan Chelsea memang bukan menjadi sesuatu hal yang mengherankan, mengingat kedua tim tersebut memiliki komposisi jauh lebih mumpuni dibandingkan Southampton dan mungkin bila Pochettino diberikan kesempatan dana finansial yang jauh lebih baik, mungkin kisahnya akan jauh berbeda.

The Saints mutlak harus mengembalikan citra dan kepercayaan diri klub pada tengah pekan ini, di mana mereka menjamu Aston Villa, dan berniat untuk meraih tiga angka demi mewujudkan ambisinya menembus peringkat empat besar lagi.

Walau demikian, Pochettino sangat yakin penampilan Southampton ketika menghadapi Arsenal tidak terlalu buruk dan kesalahan hanya diawali dari penjaga gawang Artur Boruc saat membuka keunggulan The Gunners dan kemudian di Stamford Bridge bahkan mereka bisa mencuri gol terlebih dulu di detik ke-13.

“Kami tidak memiliki waktu untuk memikirkan hasil dua kekalahan beruntun sebelumnya, karena kini kami hanya berkonsentrasi untuk memetik kemenangan,” ungkap Pochettino.

“Hal utama yang dapat kami lakukan adalah memulihkan diri dengan sesegara mungkin, kemudian mengambil energi yang telah terbuang dan mencoba memperbaiki segala kesalahan yang telah kami lakukan di waktu lalu, sehingga agar tidak kejadian lagi di laga berikutnya.

“Kami mengantongi dua kekalahan beruntun di markas Arsenal dan Chelsea, sehingga kini kami bisa mempersiapkan jauh lebih baik untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

“Kami akan mencoba memaksimalkan kemampuan kami, cara kami untuk bermain dan bagaimana kami akan mengalahkan lawan kami berikutnya.”

Pochettino menambahkan: “Kami mungkin boleh saja menelan dua kekalahan sebelumnya, tetapi secara keseluruhan kami bermain cukup baik melawan dua tim tangguh.

“Memang masih ada saja kesalahan mendasar yang kemungkinan bila kami tidak melakukannya dapat meraih kemenangan laga itu, namun di samping itu tidak terlihat begitu superior apa yang telah ditunjukkan Arsenal dan Chelsea.

“Memang benar kami tidak mampu menguasai segala sesuatunya dengan baik. Kedua gol yang kebobolan di gawang kami saat melawan Chelsea terjadi dari sebuah serangan terbuka dan yang pertama terjadi ketika Boruc mengalami cedera.

“Sejauh ini kami menghadapi pertandingan itu dengan baik, dan sejumlah peluang matang juga kami peroleh dan keseluruhan bakal menjadi ujian yang layak bagi kami untuk melihat apakah kami masih sanggup untuk memetik kemenangan dan saya yakin kami akan mengulangi hasil impresif.”

Sementara Pochettino juga memberikan motivasi dan mencoba untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam diri penjaga gawang muda, Paulo Gazzaniga untuk mengawal gawang utama sampai kiper kedua pulih, mengingat usianya masih 20 tahun.

“Dengan ketiadaan kedua penjaga gawang kami, maka siapa lagi yang harus saya pilih untuk bermain? Karena saya tidak mungkin menurunkan pemain reguler untuk dijadikan kiper,” terang Pochettino.

“Dua gol yang terjadi saat Gazzaniga mengawal gawang kami, mutlak kesalahan tidak sepenuhnya ditanggung olehnya. Tensi untuk bermain di kandang lawan tentu tidak mudah bagi penjaga gawang ketiga kami di laga itu.

“Oleh karena itu kami harus memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Gazzaniga, apa pun yang terjadi, untuk sementara ia menjadi pengawal utama kami di pertandingan pada bulan ini.”